Sumber : Jablog88
Polemik pertambangan nikel di kawasan Raja Ampat masih terus menjadi sorotan publik.
Satu per satu tokoh publik mulai dari pejabat pemerintahan hingga politikus turut angkat bicara terkait kasus ini.
Banyak diantara mereka yang mengecam jika benar terbukti ada kerusakan lingkungan di Raja Ampat akibat kegiatan pertambangan nikel oleh perusahaan-perusahaan tak bertanggung jawab.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon menjadi salah satu yang menolak aktivitas pertambangan nikel di kawasan Raja Ampat, Papua.
Menurutnya, keindahan Raja Ampat bisa rusak akibat kegiatan pertambangan ini.
Fadli berharap, akan ada pembicaraan lebih lanjut agar investasi dan kegiatan penambangan jangan sampai merusak ekosistem.
Terlebih, situs bersejarah sering kali menjadi bagian tidak terpisahkan dari ekosistem.
Kepala Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan dari BRIN, Andes Hamuraby Rozak, mengatakan bahwa aktivitas pertambangan di sekitar kawasan Raja Ampat berpotensi merusak ekosistem laut melalui sedimentasi dan pencemaran dalam jangka panjang.
Dampaknya mungkin tidak langsung terlihat, namun dalam jangka panjang, kerusakan yang ditimbulkan bisa mengganggu keberlangsungan terumbu karang dan habitat ikan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar